Breaking News

Coach Noe Soroti Kepatuhan Syariah sebagai Keunggulan Bisnis di Tengah Pesatnya Industri Global


Jambikita.id - Di tengah pesatnya perkembangan industri halal global, kepatuhan syariah semakin menjadi perhatian berbagai sektor usaha, termasuk sektor jasa. Namun, apakah kepatuhan syariah hanya sebatas memenuhi standar dan regulasi, atau justru dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan?

Pertanyaan tersebut menjadi fokus dalam opini ilmiah yang disusun oleh Muhammad Nor, SE, AIFO-FIT, atau yang lebih dikenal dengan Coach Noe, praktisi kebugaran Islami dan mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah konsentrasi Industri Halal dan Bisnis Syariah Institut Agama Islam SEBI (IAI SEBI).

Opini tersebut merupakan hasil telaah kritis terhadap artikel ilmiah berjudul “Implementasi Kepatuhan Syariah dalam Pengelolaan Hotel Syariah: Studi Wawancara terhadap Manajer dan Konsultan Industri.”

Dalam opininya, Coach Noe menilai bahwa penelitian tersebut berhasil menunjukkan pentingnya tiga fondasi utama dalam implementasi kepatuhan syariah, yaitu kebijakan dan pedoman syariah yang jelas, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta sistem monitoring dan audit yang konsisten.

Menurutnya, sebagai pengelola gym syariah di Jambi, temuan tersebut tidak hanya relevan bagi industri perhotelan syariah, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai sektor jasa lainnya, termasuk industri kebugaran berbasis syariah yang saat ini mulai berkembang di Indonesia.

“Banyak pelaku usaha masih memandang kepatuhan syariah sebatas kewajiban administratif. Padahal, jika diterapkan secara konsisten, nilai-nilai syariah justru dapat menjadi pembeda yang menciptakan kepercayaan, loyalitas pelanggan, dan keberlanjutan bisnis,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam bisnis jasa, pelanggan tidak dapat secara langsung menilai kualitas perusahaan melalui laporan keuangan atau dokumen kepatuhan. Sebaliknya, pelanggan merasakan nilai-nilai tersebut melalui pelayanan, kenyamanan, transparansi, serta pengalaman yang diberikan perusahaan setiap hari.

Dari perspektif pengelola gym syariah, implementasi prinsip syariah dapat diwujudkan melalui berbagai aspek operasional, seperti yang ia terapkan di Jambi Bugar Gym, antara lain pemisahan jadwal latihan pria dan wanita, transparansi biaya layanan, etika pelayanan yang profesional, serta penciptaan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat sesuai nilai-nilai Islam.

Menurut Coach Noe, kepatuhan syariah tidak boleh berhenti pada aspek administratif dan simbolik semata. Kepatuhan tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi pengalaman pelanggan yang nyata dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pendekatan Maqasid al-Shariah dalam pengembangan bisnis syariah. Menurutnya, keberhasilan bisnis syariah tidak cukup diukur dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari sejauh mana bisnis tersebut mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Bisnis syariah idealnya tidak hanya fokus pada aspek halal dan haram, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia menilai bahwa masa depan industri halal akan semakin kompetitif. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu bergerak dari sekadar halal compliance menuju halal value creation, yaitu menciptakan nilai tambah yang benar-benar dirasakan pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui opini ilmiah tersebut, Coach Noe menawarkan gagasan tentang pentingnya membangun konsep Shariah Service Excellence, yakni integrasi antara kepatuhan syariah, profesionalisme layanan, dan orientasi pada kemaslahatan. Pendekatan ini diyakini dapat menjadi model pengembangan bisnis jasa syariah yang lebih berdaya saing di masa depan.

Menurutnya, konsep ini tidak hanya relevan bagi hotel syariah, tetapi juga dapat diterapkan pada sektor lain seperti pusat kebugaran, klinik kesehatan, lembaga pendidikan, hingga berbagai usaha jasa yang ingin mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan standar pelayanan modern.

Sebagai praktisi sekaligus akademisi, Coach Noe berharap semakin banyak penelitian yang mengkaji implementasi prinsip-prinsip syariah pada sektor jasa modern, termasuk industri kebugaran. Dengan demikian, ekonomi syariah tidak hanya berkembang dalam tataran teori, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Rls/*)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Jambi Kita