Jambikita.id - Pengamat perbankan, Laila Farhat, S.E., M.M., memberikan sorotan positif terhadap performa keuangan Bank Jambi baru-baru ini. Ia menilai bahwa rendahnya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) merupakan prestasi yang signifikan bagi bank daerah tersebut.

​Indikator BOPO yang relatif rendah ini dianggap sebagai bukti kuat bahwa Bank Jambi mampu menjalankan roda operasionalnya dengan sangat efisien. Hal ini secara langsung berdampak pada kemampuan bank dalam menjaga tingkat profitabilitas yang tetap optimal.

​Dalam penjelasannya, Laila menekankan bahwa di dunia industri perbankan, semakin kecil angka rasio BOPO, maka semakin baik pula tingkat efisiensi yang dicapai. Rasio ini menjadi barometer utama bagi kesehatan manajemen sebuah lembaga keuangan.

​Kondisi tersebut menunjukkan bahwa manajemen Bank Jambi berhasil menekan biaya operasional seminimal mungkin. Efektivitas pengeluaran ini membuat pendapatan yang masuk dapat dikonversi menjadi laba bersih secara lebih maksimal.

​“BOPO yang kecil dengan laba yang besar menunjukkan manajemen operasional Bank Jambi berjalan efisien,” ujar Laila Farhat, Senin (11/05/2026).

​Laila menambahkan bahwa efisiensi ini mencerminkan keahlian bank dalam mengendalikan biaya. Di saat yang sama, bank tetap mampu mengoptimalkan pendapatan, baik dari aktivitas intermediasi maupun berbagai layanan jasa keuangan lainnya.

​Selain aspek permodalan, likuiditas, dan kualitas aset, rasio efisiensi ini disebut sebagai pilar penting dalam menilai kesehatan bank secara menyeluruh. Ketika BOPO berada pada level rendah, ruang bagi bank untuk mencetak keuntungan pun terbuka lebar.

​Capaian positif ini juga menjadi sinyal bahwa program transformasi dan penguatan tata kelola yang selama ini dijalankan oleh Bank Jambi mulai membuahkan hasil. Dampak positifnya kini terlihat jelas pada stabilitas kinerja keuangan perusahaan.

​Menurut Laila, laba perbankan bukan sekadar soal besarnya pendapatan yang diraih, melainkan kedisiplinan dalam mengelola biaya. Pengelolaan yang terukur menjadi faktor kunci agar bank tetap kompetitif dan berkelanjutan di masa depan.

​Sebagai penutup, ia menekankan bahwa efisiensi yang terjaga akan memudahkan Bank Jambi untuk melakukan ekspansi kredit dan modernisasi layanan digital. Hal ini sangat krusial bagi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan kontribusi terhadap pendapatan daerah. (Rls/*)