Breaking News

Atasi Antrean dan Gangguan M-Banking, KFA Minta Bank Jambi Jemput Bola dan Tambah Teller

Jambikita.id - Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA) meminta pihak Bank Jambi melakukan 4 hal yang diharapkan jadi solusi mengatasi persoalan yang terjadi di Bank Plat Merah yang banyak dikeluhkan nasabahnya dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Saya menerima banyak pengaduan dari nasabah, sebagian besar merupakan ASN Pemkot Jambi terkait tidak bisa melakukan transaksi secara mandiri, baik melalui ATM maupun M-banking. Dari uraian masalah, ada 4 langkah yang harus dilakukan dan diharapkan dapat mengatasi keluhan nasabah," kata Ketua DPRD Kota Jambi KFA, Kamis (5/3/2026).

4 langkah itu, kata KFA diantaranya, melakukan koordinasi yang intens dengan seluruh regulator terutama Bank Indonesia guna mempercepat pemulihan atas layanan operasional ATM Bank Jambi, sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan  transaksi bagi nasabah.

"Bank Jambi juga harus menyampaikan informasi terkait layanan operasional bank secara transparan kepada masyarakat," katanya. 

Selain itu, Bank Jambi harus membuat langkah-langkah penanganan yang efektif dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Jika diperlukan jemput bola ditiap satuan layanan perangkat daerah (OPD) maupun distrik/cabang, guna menambah teller untuk mengurai antrian pencairan gaji ASN.

"Dan terakhir, saya harap Bank Jambi membangun Dan menjaga komunikasi yang aktif dengan seluruh pemangku kepentingan guna memberikan pemahaman atas kondisi terkini  dan pemulihan yang dilakukan," kata Politisi muda Potensial Partai Golkar Jambi ini.

Sebelumnya, sejumlah ASN Pemkot Jambi yang merupakan nasabah Bank Jambi membuat pengaduan ke Ketua DPRD Kota Jambi KFA. Dalam pengaduannya, mereka berharap DPRD Kota Jambi mendorong penyelesaian cepat terkait gangguan pelayanan nasabah, yang terjadi sejak lama dan terus berulang. 

Dampak yang dirasakan para nasabah akibat masalah yang terjadi di Bank Jambi saat ini yakni, Nasabah tidak dapat melakukan transaksi secara mandiri melalui ATM maupun M-Banking, terhambatnya proses pembayaran, transfer, dan transaksi keuangan lainnya.

Selain itu, nasabah terpaksa datang langsung ke kantor bank untuk melakukan transaksi. Meningkatnya antrean di kantor cabang dan terganggunya aktivitas pekerjaan karena harus sering izin untuk mengantre di bank demi menyelesaikan transaksi yang seharusnya dapat dilakukan secara digital.

Khusus bagi nasabah ASN di Pemkot Jambi yang memiliki keterbatasan waktu, kondisi ini tentunya sangat memengaruhi kenyamanan nasabah serta berdampak pada efektivitas dan kinerja. (Sam/*)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Jambi Kita